Berhenti berjuang sendirian. Halo Mumu adalah pendamping di genggaman yang memahami lelah Ayah Bunda. Tanpa teori rumit, hanya solusi praktis satu langkah demi satu langkah, langsung di WhatsApp Ayah Bunda.
Jutaan orang tua di Indonesia merasakan hal yang sama setiap harinya.
Susah banget dapet perhatian anak kalau HP sudah di tangan. Rasanya kayak ngomong ke tembok.
Sudah dikasih batasan 1 jam, tapi selalu minta tambah. Dan ujungnya berakhir ribut.
Meja makan yang tadinya tempat ngobrol kini sunyi. Semua sibuk dengan layar masing-masing.
Kalau sudah pegang HP, langsung berubah. Minta berhenti bisa berakhir tangis atau amarah.
Tahu ada yang harus diubah, tapi tidak tahu harus mulai dari mana. Takut salah langkah.
Sudah coba banyak cara. Sebagian berhasil, sebagian tidak. Tapi Ayah Bunda tidak menyerah.
Tidak perlu ribet. Tidak perlu install apa-apa. Cukup WhatsApp yang sudah ada.
Melalui Skala NADI, kita lihat "detak kesehatan digital" keluarga Ayah Bunda secara jujur. Bukan untuk menghakimi, tapi untuk tahu harus mulai dari mana.
Setiap hari, Halo Mumu mengirim pesan WhatsApp yang menyesuaikan diri dengan kondisi emosi Ayah Bunda. Saat lelah, pesannya memeluk. Saat semangat, pesannya mendorong.
Tidak ada perubahan besar yang terjadi dalam semalam. Halo Mumu menemani Ayah Bunda membangun kebiasaan kecil yang bertahan lama untuk keluarga.
Nama saya Muhamad Nur Awaludin, biasa dipanggil Kak Mumu. Selama 13 tahun saya tenggelam dalam dunia game hingga kehilangan waktu, relasi, dan arah. Pengalaman itulah yang menjadi fondasi saya memahami anak-anak dan orang tua dari dalam, bukan sekadar dari buku teks.
Kini sebagai praktisi IT yang tengah menyelesaikan Magister Psikologi Pendidikan, saya sudah berkeliling ke 50 lebih kota di Indonesia untuk berbagi langsung bersama para orang tua. Bukan karena kewajiban, tapi karena saya percaya setiap keluarga berhak mendapat pendampingan yang nyata.
Halo Mumu lahir dari keyakinan itu. Sebuah teman perjalanan untuk Ayah Bunda yang tidak mau menyerah.
Semua mendapat akses yang persis sama. Infaq Ayah Bunda juga membantu keluarga lain yang lebih membutuhkan.
Satu langkah kecil setiap hari. Tidak harus sempurna, yang penting hadir. Yuk mulai bersama.
Mulai Lewat WhatsApp →